Selasa, 28 Agustus 2018

Air Terjun Tumpak Sewu


Bicara soal Travelling, rasanya tak akan ada habisnya. Karna, Travelling adalah salah satu hobi ku yang paling bisa dinikmati keindahannya. Yaitu keindahan yang di ciptakan oleh Allah SWT. 

Hobi yang saya lakukan ini tidak jauh-jauh dari tempat tinggal saya yaitu masih daerah Lumajang. Tanpa di ragukan lagi, air terjun di daerah kota ku ini subhanallah sungguh menakjubkan. 




Keindahan alamnya gak perlu diragukan lagi. Salah satunya adalah Air Terjun Tumpak Sewu. Air terjun ini mulai terkenal di kalangan wisatawan mancanegara. Banyak wisatawan Thailand yang jauh-jauh datang ke Lumajang hanya untuk melihat keindahan air terjun ini.



Air terjun ini bisa ditempuh dengan jarak sekitar 67 kilometer dari Malang. Kenapa dari Kota Malang dan bukan Lumajang? Karena jika kamu dari luar kota, kamu bisa menyewa motor di Malang, lebih banyak pilihan transportasinya daripada kalian transit di Lumajang.


Bagaimana jika ingin bermalam? Mudah saja, di sepanjang pos masuk air terjun ini banyak yang menyediakan homestay, tentunya dengan harga yang murah dan fasilitas seadanya. Tetapi cukup nyaman untuk mengistirahatkan badan setelah lelah bermotoran ria kok.

Karena keramahan warga sekitar, ada beberapa warga yang sengaja menggratiskan beberapa kamar di rumahnya jika ada yang mau mampir untuk menginap. Jadi kamu nggak perlu khawatir jika datang ke sini dengan budget pas-pasan. Di rumah warga kalian juga bisa memesan makanan ala rumahan, karena memang jarang ditemukan warung makan di daerah sana.

Ketika sudah sampai di pos masuk, kalian akan diminta membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah per orang. Kalian perlu berjalan 100 meter dari loket untuk melihat keindahan air terjun ini. Jalan yang dikelilingi pohon salak ini sudah bagus, hanya saja agak curam jadi kalian harus tetap berhati-hati dan memakai alas kaki yang tidak licin.

Pengelola telah menyediakan spot untuk berfoto. Foto dari atas dengan background air terjun yang sangat lebar wajib banget nih kalian punya. Tempat yang disediakan memang tak terlalu luas, tapi kalian bisa kok bergantian dengan pengunjung lain supaya foto yang diambil tetap terlihat bagus.

Rasanya tak lengkap jika kita pergi ke air terjun tapi tak menyentuh airnya. Nah, buat kalian yang memang punya jiwa petualang yang tinggi dan suka tantangan, mungkin bisa mencoba turun dibawah air terjun ini.

Jalan yang akan kalian lalui bisa dibilang sangat ekstrem, karena banyak tangga yang berdiri hampir 90 derajat dan dalam kondisi memprihatinkan. Sesekali kalian akan melewati aliran air yang licin, jadi jika kalian memakai jalur ini harus ekstra hati-hati.

Sesampainya di bawah tebing, kalian harus melalui sungai dengan pengaman seutas tali. Di sini, rasanya hati kembali was-was karena arus cukup deras. Tentu saja saat kondisi hujan, pengunjung dilarang turun karena sangat berbahaya. Dan benar saja, setelah kalian sampai tepat dibawah air terjun ini rasanya hanya bisa tersenyum. Melihat sekeliling dan bersyukur kepada Tuhan atas indahnya hari itu.

Puas menikmati air terjun yang lama-kelamaan membuat dingin, kalian bisa sembari beristirahat di warung kecil yang menyediakan berbagai minuman hangat dan mie instan. Tepat di tepi sungai ada seorang ibu yang membuka lapak dagangannya. Kepikiran banget perjuangannya bawa dagangan sampai ke sana. Sungguh perjuangan yang luar biasa.

Tak hanya sampai di situ, ketika sudah selesai menambah energi, cobalah untuk mampir ke Gua Tetes. Gua ini sangat asri lengkap dengan sumber air yang jernih. Bahkan di beberapa titik, air berwarna hijau karena jernih. Tempat ini aman untuk kalian yang akan mandi atau sekadar berbasah-basahan menikmati alaminya air pegunungan.

Ingat, jangan buang sampah sembarangan ya, supaya alam kita tetap terjaga kelestariannya.....







Tidak ada komentar:

Posting Komentar